lantai

Definisi/Arti:

lan·tai n 1 bagian bawah (alas, dasar) suatu ruangan atau bangunan (terbuat dr papan, semen, ubin, dsb); 2 tingkatan pd gedung bertingkat: kantornya terletak di — dua gedung itu; 3 geladak perahu;mencari — terjungkat, pb mencari-cari kesalahan orang;
– bursa Ek ruangan tempat transaksi jual-beli sekuritas berlangsung di bursa sekuritas yg tidak boleh dimasuki oleh publik;
– dasar lantai (pd gedung bertingkat) yg sejajar dng permukaan tanah;
– jemur tempat yg rata dan luas untuk menjemur gabah, kedelai, dsb;
– pesisir lantai buatan yg ditempatkan pd tanah yg lembek di pantai untuk memperlancar penarikan kendaraan ke darat;

ber·lan·tai v mempunyai lantai: di sebuah rumah yg berukuran sangat minim, berdinding bilik, dan ~ tanah, hidup seorang nenek yg sudah uzur dan tua renta

me·lan·tai 1 v memasang lantai: sebelum ~ , bangunan harus diberi atap dahulu; 2 v berdansa: acara ~ merupakan acara rutin pd pesta muda-mudi; 3 a rata dan datar (menyerupai lantai): pd beberapa tempat kelihatan bentuk karang yg ~ krn kikisan air laut;

me·lan·tai·kan v meletakkan di lantai: panitia ~ benda-benda pameran itu di tengah-tengah ruangan

pantai

Definisi/Arti:

pan·tai 1 n tepi laut; pesisir; 2 n perbatasan daratan dng laut atau massa air lainnya dan bagian yg dapat pengaruh dr air tsb; 3 n daerah pasang surut di pantai antara pasang tertinggi dan surut terendah; 4 a landaijika takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi — , pb kalau takut mendapat kesusahan, jangan mengerjakan hal-hal yg berbahaya;
– bakau daerah perairan pantai yg ditumbuhi pohon bakau, biasanya terdapat di daerah tropis;
– laut tanah atau daerah yg berbatasan dng laut; jalur daratan yg sebagian terdiri atas laut dan sebagian lagi terdiri atas daratan;

me·man·tai v 1 menuju pantai; 2 turun (tt matahari)

laut

Definisi/Arti:

la·ut n kumpulan air asin (dl jumlah yg banyak dan luas) yg menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau;– budi tepian akal, pb seseorang yg banyak ilmu dan bijaksana; – ditembak, darat kena, pb lain yg diperoleh dr yg diharapkan; – ditimba akan kering, pb betapa pun banyaknya harta, jika selalu dibelanjakan, akhirnya akan habis juga; – mana yg tak berombak, bumi mana yg tak ditimpa hujan, pb bagaimanapun manusia tidak akan luput dr kekhilafan (kesalahan); diam di — masin tidak, diam di bandar tak meniru, pb tidak mengikuti adat kebiasaan yg baik; membuang garam ke — , pb pekerjaan yg sia-sia belaka; tak ada — yg tak berombak, pb setiap pekerjaan (usaha) selalu ada risiko dan kesukarannya;
– bebas perairan laut yg tidak termasuk, baik laut teritorial maupun laut pedalaman dr suatu negara;
– ingresi Geo laut yg terjadi krn gerakan tektonik (sehingga ada bagian-bagian yg turun yg membuat laut menjadi lebih dalam);
– kidul laut sebelah selatan Pulau Jawa;
– lepas laut luas; tengah laut yg jauh dr daratan;
– madu ki yg enak sekali; yg manis sekali;
– pedalaman semua sungai, danau, selat, terusan dan bagian laut dr suatu negara yg tidak termasuk laut teritorial;
– rembang laut lepas;
– selebu lautan luas; laut lepas;
– teritorial Huk wilayah lajur laut di tepi tanah pesisir yg dikuasai oleh suatu negara, negara pantai dapat melakukan pelbagai tindakan yg tidak boleh dilakukan oleh negara lain di wilayah tsb;

me·la·ut 1 a menyerupai (sbg) laut: akibat banjir besar, sawah-sawah di daerah itu ~; 2 v pergi ke laut; berlayar: pd musim tertentu nelayan enggan ~;sudah ~ mendarat, ki sudah banyak mengunjungi negeri-negeri lain;

me·la·uti v mengarungi laut; melayari;

me·la·ut·kan v 1 meluncurkan ke laut (tt perahu dsb); membuang ke laut; 2 mengirimkan melalui laut;

la·ut·an n 1 laut yg luas sekali; samudra: ~ Hindia; ~ Pasifik; 2 ki yg besar (banyak) sekali: ~ api; ~ manusia;

pe·la·ut n 1 orang yg pekerjaannya berlayar di laut; 2 nelayan;

pe·la·ut·an n perihal memasukkan ke laut; pembuangan ke laut; pemusnahan dng jalan menenggelamkan ke laut: baru-baru ini dilakukan ~ ribuan becak hasil razia;

ke·la·ut·an n perihal yg berhubungan dng laut: seminar ~ dan pekan wisata bahari yg berlangsung di Ambon dijadwalkan berlangsung seminggu

orang

Definisi/Arti:

orang n 1 manusia (dl arti khusus); 2 manusia (ganti diri ketiga yg tidak tentu): jangan lekas percaya pd mulut –; 3 dirinya sendiri; manusianya sendiri: saya tidak bertemu dng — nya; 4 kata penggolong untuk manusia: lima — nelayan; 5 anak buah (bawahan): mereka itu — nya Pak Camat; 6 rakyat (dr suatu negara); warga negara: – Pakistan; 7 manusia yg berasal dr atau tinggal di suatu daerah (desa, kota, negara, dsb): dia — Bogor; suaminya — Eropa; 8 suku bangsa; 9 manusia lain; bukan diri sendiri; bukan kaum (golongan, kerabat) sendiri: jangankan anak sendiri, anak — pun saya tolong; negeri — , negeri lain (bukan negeri kita); 10 cak karena (sebenarnya): mana dapat membayar, — belum gajian; berdendang di pentasnya, — beraja di hatinya, pb menurutkan rasa (sesuka) hati masing-masing; – tua diajar makan pisang, pb orang yg sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari; spt menanti — dahulu, mengejar orang kemudian, pb perbuatan yg sia-sia;
– am orang kebanyakan; orang biasa (bukan ahli); orang awam;
– asing 1 orang lain; orang dr negara lain; 2 orang yg tidak dikenal;
– atasan orang atau kelompok orang yg berstatus sosial tinggi dl masyarakat;
– awak sebutan bagi orang yg berasal dr Minangkabau;
– awam 1 orang biasa; orang am; 2 orang yg bukan ahli dl suatu bidang ilmu;
– banyak umum; publik; khalayak ramai;
– Barat orang yg tinggal di belahan bumi sebelah barat, terutama orang Eropa dan Amerika; orang kulit putih;
– belakang cak istri;
– besar orang yg berpangkat tinggi; pejabat; pembesar; orang yg sudah dewasa;
– biasa rakyat umum; bukan orang berpangkat atau bukan orang bangsawan;
– buangan orang yg dijatuhi hukuman buang;
– dagang 1 orang asing; perantau; 2 orang yg berniaga; saudagar;
– dalam orang yg ada di dl satu lingkungan (pekerjaan, golongan, dsb);
– gajian orang yg bekerja diberi upah; abdi (bujang, babu, dsb);
– gedean cak orang atau kelompok orang yg berkedudukan atau berstatus sosial tinggi dl masyarakat;
– halimunan 1 orang yg dapat menghilang krn mempunyai ilmu gaib; 2 siluman;
– halus 1 roh; jin; 2 ark orang pandai;
– hanyut orang yg mengembara ke mana-mana;
– helat orang lain; bukan keluarga;
– hilir orang (penduduk) yg tinggal di hilir sungai (di daerah muara);
– hulu orang (penduduk) yg tinggal di sebelah hulu sungai (di pedalaman);
– hutan 1 orang yg tinggal di hutan; 2 orang utan;
– kampung orang atau penduduk yg tinggal di kampung (bukan di kota);
– kaya 1 orang yg banyak hartanya; hartawan; 2 orang yg berpangkat (berkedudukan) tinggi; 3 panggilan kpd istri orang berpangkat atau orang yg patut dihormati;
– keblangsak anak yatim; gelandangan;
– kota orang atau penduduk yg tinggal di kota;
– kulit putih orang Barat (terutama orang Eropa dan Amerika);
– luar orang yg tidak termasuk dl satu lingkungan (golongan, pekerjaan, dsb);
– luntang-lantung 1 orang yg berkeliaran; 2 orang yg tidak berpencarian;
– lurus orang yg jujur;
– merdeka bukan budak (hamba) tebusan; orang bebas;
– muda 1 orang yg masih muda; 2 pemuda; 3 Mk tukang salung (tari dsb);
– ombak ki orang yg tingkah lakunya sangat gelisah (spt orang yg hampir mati);
– pangan 1 orang yg masih tinggal di hutan; orang dr suku terasing; 2 sebutan bagi suku bangsa di Tanah Melayu yg masih tinggal di hutan;
– pesisir orang yg tinggal di daerah pesisir;
– pintar ki dukun; paranormal: dia terpaksa mendatangkan — pintar di rumahnya untuk menangkal hal-hal yg tidak diinginkan;
– ramai umum; publik; khalayak ramai;
– sabun orang bulai; orang balar;
– sebelah tetangga; jiran;
– semenda orang yg kawin dng anggota suatu kaum jika dipandang dr kaum itu;
– setangga tetangga;
– sipil orang yg bukan anggota (dinas) militer;
– tani petani; peladang;
– tua 1 ayah ibu kandung; 2 (orang tua) orang yg dianggap tua (cerdik pandai, ahli, dsb); orang-orang yg dihormati (disegani) di kampung; tetua;
– tua angkat pria dan wanita yg menjadi ayah dan ibu seseorang berdasarkan adat atau hukum yg berlaku;
– tua asuh orang yg membiayai (sekolah dsb) anak yg bukan anaknya sendiri atas dasar kemanusiaan: penyaluran dana — asuh berjalan lancar;
– udik 1 orang desa yg bertempat tinggal jauh dr keramaian kota; orang dusun; 2 orang yg bertempat tinggal di hulu sungai; 3 ki orang yg kurang tahu sopan santun; orang bodoh;
– utan kera besar dan kuat yg hanya terdapat di hutan di Sumatra dan Kalimantan, berbulu merah kecokelat-cokelatan, tidak berekor, hidup dr buah-buahan, daun, dan kuncup; mawas; Pongo pygmaeus;

ber·o·rang-orang Mk v berlaku spt orang lain (bukan secara kekeluargaan);

meng·o·rang·kan v menganggap atau menghargai sbg orang;

orang-orang·an n tiruan orang; boneka; patung: -di tengah sawah itu gunanya untuk menakut-nakuti burung;- mata bagian yg hitam pd mata;

per·se·o·rang·an n yg berkaitan dng orang secara pribadi;

se·o·rang n 1 satu orang: yg datang hanya – pegawai; 2 sendiri: tinggal dia – yg belum makan;- budi-budian, – tabung seruas, pb dua orang yg sangat berbeda tabiatnya (seorang banyak akal liciknya, seorang lagi lurus hati);- diri hanya sendiri; sendirian;

per·o·rang·an n perihal orang seorang;

ke·se·o·rang·an n dl keadaan seorang diri (kesunyian, terpencil, dsb);

se·se·o·rang n seorang yg tidak dikenal: tadi ada – menelepon Anda

sisi

Definisi/Arti:

si·si n 1 samping (kanan atau kiri); sebelah: kantornya terletak di — barat gedung besar itu; 2 tepi; pinggir: anak itu sedang mengail di — danau; : ia tinggal di — rumahku; 3 rusuk: serangan dilancarkan dr — kiri; 4 garis lurus yg membatasi suatu bidang; segi: murid itu melukis segi tiga sama –; 5 pihak: ia berada di — yg benar;
– ambulakral Zool permukaan tubuh tempat mulut pd binatang laut;

ber·si·si v ada pinggirnya; bertepi;

ber·si·si·an v berdampingan: mereka berjalan -;

me·nyi·si v 1 menuju sisi; menepi; pergi ke pinggir: -lah engkau sedikit; 2 berjalan dsb sepanjang tepi; menyusur: langkahnya kecil-kecil – jalan yg basah;

me·nyi·si·kan v membawa dsb ke sisi; mengesampingkan;

ke si·si p menuju sisi;

me·nge·si·si·kan v menyisikan; mengetepikan

basa ? bahasa1

Definisi/Arti:

ba·sa 2 Mk p kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian atas bagian kalimat yg di depan; bahasa; bahwa

isi

Definisi/Arti:

isi n 1 sesuatu yg ada (termuat, terkandung, dsb) di dl suatu benda dsb: – gudang itu pupuk dan alat-alat pertanian; 2 besarnya suatu ruangan; volume: – kaleng itu 20 liter; 3 apa yg tertulis di dalamnya (tt buku, surat, dsb); 4 inti atau bagian yg pokok dr suatu wejangan (pidato, pem-bicaraan, dsb);– lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita, pb orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja; bagai kuku dng — , pb sukar diceraikan; tidak pernah bercerai;
– dada isi hati;
– hati apa yg terkandung di dl hati; apa yg terasakan atau terpikirkan;
– kampung penduduk kampung (negeri, pulau);
– kawin maskawin; mahar;
– negeri isi kampung;
– pantun larik ketiga dan keempat sebuah pantun yg mengandung inti maksudnya;
– perut 1 bagian tubuh yg ada di dl perut (spt usus, perut besar); 2 cak makan: seorang tega menjual anak gadisnya dng alasan — perut; 3 ki perasaan hati, apa yg terpikirkan di dl hati; 4 makanan; rezeki: siang malam bekerja keras mencari — perut bagi anak istrinya;
– pulau isi kampung;
– rumah orang-orang yg tinggal serumah; penghuni rumah;
– tolak Lay berat benaman;

ber·i·si v 1 ada isinya; tidak kosong; tidak hampa: senapan itu ~; 2 ki berilmu; mempunyai kesaktian: orang tua-tua pada zaman dulu banyak yg ~ sehingga tidak mempan oleh senjata apa pun; 3 padat dan kuat (tt tubuh): badannya kecil, tetapi ~; 4 mengandung; memuat: amplop itu ~ uang;

meng·i·si v memberi isi; memasukkan sesuatu ke dalam: kakak ~ termos dng air panas;~ adat melakukan segala sesuatu yg diharuskan oleh adat; ~ waktu melakukan sesuatu untuk merintang-rintang waktu;

meng·i·si·kan v memasukkan sesuatu ke dalam: ia ~ uang logam ke dl celengan;

ter·i·si v sudah diisi;

isi·an n 1 sesuatu yg diisikan; 2 sesuatu yg dikosongkan untuk diisi: daftar ~;

peng·i·si n 1 orang yg mengisi; 2 barang yg diisikan; perkakas dsb untuk mengisi;~ gatra Ling bentuk yg dapat mengisi gatra tertentu; ~ pojok wartawan yg menulis di pojok surat kabar; ~ waktu perintang-rintang waktu;

peng·i·si·an n proses, cara, perbuatan mengisi(kan);

se·i·si n seluruh isi; seluruh penghuni (rumah dsb): ~ rumah

tepi

Definisi/Arti:

te·pi n 1 bagian bidang (permukaan) yg di luar sekali; pinggir: – hutan (ladang, sawah); — jalan raya; — layar; bola jatuh di — lapangan; 2 birai atau sesuatu yg dipasang di pinggir baju (kain dsb): – kain (lengan baju dsb); 3 tempat di pinggir laut (sungai dsb): – pantai, pesisir; – sungai; — laut; 4 perbatasan (kota dsb): – kota; — langit, perbatasan langit dan air laut di kaki langit; horizon; 5 bagian pinggir; bibir (perahu, kuali, dsb): – perahu, bibir perahu;

ber·te·pi v 1 ada tepinya: laksana samudra tiada ~; 2 diberi pinggiran (birai, pelisir);

ber·te·pi·kan v memakai tepi, diberi pinggiran (birai, pelisir): kebayanya ~ kain merah; piala itu ~ emas; layar yg ~ kain terpal;

me·ne·pi·kan v membawa ke tepi (pinggir);

me·nge·te·pi·kan v 1 membawa ke tepi; menaruh di tepi: ia ~ becaknya supaya tidak mengganggu lalu lintas; 2 mengesampingkan; tidak mementingkan (mengutamakan, mengindahkan): jangan ~ usul yg penting itu;

te·pi·an n tempat yg dangkal di tepi sungai (biasanya tempat mandi dsb): mereka pergi ke ~ untuk mandi;~ ilmu orang yg banyak pengetahuannya atau ilmunya; ~ mata ki kekasih

perang

Definisi/Arti:

pe·rang n 1 permusuhan antara dua negara (bangsa, agama, suku, dsb): kedua negara itu dl keadaan –; 2 pertempuran besar bersenjata antara dua pasukan atau lebih (tentara, laskar, pemberontak, dsb): tidak lama kemudian kedua pasukan itu sudah terlibat dl — sengit; 3 perkelahian; konflik: – batu; 4 cara mengungkapkan permusuhan: – ideologi;– bermalaikat, sabung berjuara, pb Tuhanlah yg menentukan kalah menang;
– asabat perang saraf;
– asap latihan berperang;
– atrisi perang dng siasat menghabiskan tenaga dan kekuatan lawan:
– batu perang dng melemparkan batu kpd lawan;
– bintang perang yg menggunakan sinar laser, berkas partikel, dan kilatan listrik berenergi tinggi;
– biologis perang yg menggunakan kuman dsb untuk tujuan militer (spt menyebarkan bakteri untuk memusnahkan musuh melalui penyakit);
– Candu perang yg terjadi antara Cina dan Inggris pd tahun 1839—1842 krn Inggris menghendaki agar Cina membuka pelabuhan untuk perdagangan luar negeri dan menjalankan siasat candu;
– dingin 1 perang tanpa mengangkat senjata, hanya saling menggertak; 2 suasana internasional yg sangat tegang dan bermusuhan yg diakibatkan oleh konflik ideologi antara Blok Barat (liberal kapitalis) dan Blok Timur (sosial komunis) yg berkembang setelah Perang Dunia Kedua;
– Dunia Kedua perjuangan kekuatan bersenjata sedunia, berlangsung tahun l939—l945 melibatkan blok negara Jerman, Italia, Jepang, dan negara pengikutnya melawan koalisi persekutuan bangsa yg terdiri atas negara Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Cina, Rusia, dan negara-negara pengikutnya;
– Dunia Pertama perjuangan kekuatan bersenjata sedunia, berlangsung tahun l914—l918, melibatkan dua blok kekuatan negara Eropa, yaitu Jerman, Austria, Hongaria melawan Inggris, Prancis, dan Rusia;
– elektronik perang yg menggunakan peralatan elektronik untuk kekuatan militer, terutama radar, sinar inframerah, pengarah senjata ke sasaran yg tepat, dan peralatan yg dapat mengecoh serta membutakan intaian pasukan penyerang;
– ekonomi perang yg menggunakan cara-cara ekonomi untuk menghancurkan negara musuh melalui kehancuran perekonomiannya, dilakukan dng berbagai cara, spt blokade, pencegahan pembelian atau perolehan bahan-bahan strategis, senjata, atau mesin, serta pengucilan dari kegiatan ekonomi;
– gerilya perang yg dilakukan oleh pasukan-pasukan kecil dng cara sabotase, serangan mendadak, dsb;
– harga cara menurunkan harga yg dilakukan penjual, menyebabkan penjual lainnya terpaksa mengikutinya;
– ideologi 1 pertentangan antara dua sistem nilai yg saling berlawanan; 2 cara hidup yg berusaha mewujudkan perubahan yg banyak dng memanfaatkan jalur propaganda, pendidikan, pengaruh asing, program kebudayaan, dan infiltrasi;
– kemerdekaan perang yg bertujuan membebaskan diri dr belenggu kolonial atau penjajah;
– kilat perang yg dilakukan dng cepat (supaya lekas selesai);
– kimia perang yg menggunakan produk bahan kimia untuk kekuatan militer, terutama penggunaan racun atau gas yg mematikan atau bahan yg menimbulkan kebakaran;
– kolonial perang yg bertujuan menaklukkan bangsa lain untuk dijajah;
– mendada perang seorang lawan seorang; perang tanding;
– mulut bertengkar ramai sekali (masing-masing pihak mengeluarkan kata-kata keras dan kasar);
– Padri perang antara kaum Islam dan kaum adat (yg dibantu Belanda) di pesisir Sumatra Barat (tahun 1821—1837);
– pandan upacara keagamaan di Bali, diadakan pd bulan kelima menurut kalender Bali, berupa perkelahian yg melibatkan puluhan pasang manusia yg bersenjatakan pandan berduri (batang dan daunnya) dan bertamengkan nyiru;
– pena polemik dl surat kabar (majalah dsb); perdebatan tertulis yg dimuat dl surat kabar (majalah) untuk mempertahankan argumentasi masing-masing;
– sabil perang yg bertujuan membela agama Islam; perang di jalan Allah;
– saraf perang yg hanya menggunakan gertak dan ancaman (tanpa senjata) dng maksud untuk menjatuhkan mental lawan; perang asabat;
– saudara perang antara dua kekuatan dl satu bangsa atau satu negara;
– sipil perang saudara;
– tanding perang seorang lawan seorang; perang mendada;
– terbatas perselisihan bersenjata yg dilakukan untuk tujuan politik terbatas dng pembatasan thd penggunaan kekuatan yg dilibatkan serta pembatasan wilayah pergolakannya;
– terbuka perang yg dinyatakan secara terang-terangan di antara dua negara;
– total perang modern untuk tujuan tidak terbatas dng menggunakan dan melibatkan segala kekuatan nasional;
– urat saraf perang saraf;

ber·pe·rang v melakukan perang; bertempur;~ hati bingung; bimbang; ~ pupuh perang-perangan;

ber·pe·rang-pe·rang·an v 1 berlatih perang; 2 bermain perang-perangan;

me·me·rangi v 1 melakukan perang terhadap: insiden itu disengaja supaya ada alasan untuk ~ negara lain; 2 melawan; membasmi: kita harus ~ kebejatan moral; tim dokter itu bertugas ~ kanker;

pe·pe·rang·an n hal berperang: medan ~