pisau

Definisi/Arti:

pi·sau n bilah besi tipis dan tajam yg bertangkai sbg alat pengiris dsb, ada banyak macam dan namanya;
– caluk kampak, pisau penebang;
– cukur pisau yg tajam untuk mencukur rambut, janggut, dsb;
– dapur pisau yg digunakan dapur untuk mengiris sayuran dsb;
– komando pisau khusus yg biasa digunakan oleh pasukan komando;
– lipat pisau yg matanya bersama tangkainya dapat dilipat;
– makan pisau meja;
– meja pisau untuk mengiris daging dsb pd waktu makan;
– penebang pisau caluk;
– sadap pisau untuk menyadap karet dsb;
– wali pisau kecil tajam dipakai untuk mengukir dsb

pasuk

Definisi/Arti:

pa·suk, ber·pa·suk-pa·suk v berkelompok-kelompok; berkawan-kawan: timbul rasa takut melihat gajah ~ menyeberangi sungai menuju tempat permukiman;

pa·suk·an n 1 kawanan; kumpulan: tampak di hutan itu satu ~ serigala menyerang seekor kuda; 2 kelompok atau golongan prajurit (laskar dsb): ~ berani mati;3 regu (olahraga): Indonesia mempunyai ~ bulu tangkis yg kuat;~ anjing pasukan (polisi dsb) yg dilengkapi dng anjing pelacak; ~ baret merah pasukan khusus Angkatan Darat Republik Indonesia yg mengenakan baret merah; Komando Pasukan Khusus; ~ berkuda segolongan tentara berkuda; kavaleri; ~ gegana pasukan penjinak senjata peledak (bom dsb); ~ gerak cepat pasukan yg mudah dipindah-pindahkan dng cepat menurut keadaan dan keperluan; ~ kawal pasukan yg bertugas mengawal; Pasukan Pengawal Presiden; ~ para pasukan payung; ~ payung pasukan yg terlatih untuk diterjunkan dr pesawat udara dng memakai payung udara (parasut) untuk menduduki tempat (daerah) yg strategis dl peperangan; pasukan para; ~ pembidas pasukan penggempur (penembus); ~ sandi pasukan dl kesatuan Angkatan Darat Republik Indonesia yg dapat bergerak cepat; Komando Pasukan Khusus; ~ teras pasukan utama; pasukan inti; pasukan yg terbaik; ~ udara pasukan dng peralatannya untuk berperang di udara; angkatan udara; ~ yudha pasukan sandi

perintah

Definisi/Arti:

pe·rin·tah n 1 perkataan yg bermaksud menyuruh melakukan sesuatu; suruhan: atas — sang Pangeran, beberapa pelayan datang; 2 aba-aba; komando: latihan gerak badan sebaiknya dilakukan dng –; 3 aturan dr pihak atas yg harus dilakukan: ia membacakan — yg berkenaan dng pembasmian penyelundupan;

me·me·rin·tah v 1 memberi perintah; menyuruh melakukan sesuatu: tidak ada seorang pun berani ~ dia; 2 menguasai dan mengurus (negara, daerah, dsb): tidak salah jika dikatakan bahwa Gajah Mada yg ~ Majapahit pd masa itu;

me·me·rin·tahi v 1 memberi perintah kpd: kerjanya hanya ~ jongos-jongos; 2 membawahkan: lebih senang ~ orang pandai-pandai dp ~ orang bodoh; Raja Palembang yg bernama Demang Lebar Daun ~ daerah itu;

me·me·rin·tah·kan v 1 menyuruh orang lain melakukan sesuatu; menyuruh mengerjakan: Pangeran Diponegoro telah ~ penghentian tembak-menembak; 2 memerintah; mengelola: ia tidak dapat lagi ~ daerah perkebunan yg selalu diganggu gerombolan bersenjata;

ter·pe·rin·tah v diperintah; dikuasai: bangsa itu lama ~ oleh kekuasaan asing;

pe·me·rin·tah n 1 sistem menjalankan wewenang dan kekuasaan mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara atau bagian-bagiannya; 2 sekelompok orang yg secara bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk menggunakan kekuasaan; 3 penguasa suatu negara (bagian negara): ~ negeri dimisalkan pengemudi negara; negara memerlukan ~ yg kuat dan bijaksana; 4 badan tertinggi yg memerintah suatu negara (spt kabinet merupakan suatu pemerintah): beberapa anggota DPR meminta supaya ~ segera menyerahkan rancangan undang-undang itu ke DPR; jawaban ~ dibacakan oleh Menteri Dalam Negeri; 5 negara atau negeri (sbg lawan partikelir atau swasta): baik sekolah ~ maupun sekolah partikelir harus dibangun tiga tingkat; 6 pengurus; pengelola: ~ perkebunan dan tambang;~ bayang-bayang pemerintah yg disusun dan disiapkan untuk melakukan tugasnya jika diperlukan; ~ bayangan kelompok rahasia yg dituduh membuat kebijakan umum, kelompok ini tidak dapat dikritik oleh rakyat ataupun dibatalkan (ditarik kembali) oleh para pemilih; ~ berdaulat sekelompok orang yg bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk mempertahankan kesinambungan nasional yg otonom; ~ daerah penguasa yg memerintah di daerah, spt gubernur, bupati; ~ defacto pemerintah yg berkuasa atas rakyatnya dan diakui pula oleh rakyatnya; ~ desa pemerintah terendah langsung di bawah pimpinan kepala desa atau lurah yg menyelenggarakan urusan rumah tangga sendiri dan terdiri atas kepala desa dan lembaga musyawarah desa; ~ kesatuan sistem politik dl seluruh kekuasaan yg dipusatkan pd pemerintah nasional; ~ kolonial pemerintah yg dibangun di bawah inspirasi filsafat merkantilisme yg tercermin dl pemerintahan wilayah yg diduduki; ~ nasional bentuk pemerintahan suatu negara yg diatur oleh bangsa negara itu sendiri; ~ pusat penguasa yg bertugas di pusat, melingkungi seluruh pemerintah daerah; ~ sendiri pemerintah yg melibatkan partisipasi warga negara melalui sistem pemilihan dan perwakilan;

pe·me·rin·tah·an n 1 proses, cara, perbuatan memerintah: ~ yg berdasarkan demokrasi; gubernur memegang tampuk ~ di Daerah Tingkat I; 2 segala urusan yg dilakukan oleh negara dl menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat dan kepentingan negara;~ daerah pemerintahan yg mewakili pemerintah pusat di daerah dl wilayah suatu negara; ~ kembar dua pemerintahan bersama-sama menguasai suatu daerah; ~ negara segala bentuk mekanisme, daya upaya, dan proses lembaga negara dl menentukan, merumuskan, mengatur, dan mengusahakan tercapainya tujuan negara; ~ oligarki sistem pemerintahan yg ketiga kekuasaan pemerintahan negara berada di tangan beberapa orang atau golongan; ~ otokrasi sistem pemerintahan negara yg ketiga kekuasaan pemerintahan berada dl satu tangan, msl pd kerajaan absolut; ~ otoriter pemerintahan yg didasarkan kekuasaan mutlak; ~ presidentil pemerintahan republik yg kepala negaranya langsung memimpin kabinet; ~ sementara pemerintahan setelah jatuhnya suatu kabinet sampai terbentuknya kabinet baru; ~ sentral pemerintah pusat (terdapat di ibu kota negara yg tidak selalu terletak di tengah-tengah wilayah negara dsb); ~ sipil pemerintahan yg dipegang oleh orang-orang sipil (bukan pemerintahan militer);

ber·pe·me·rin·tah·an v memiliki pemerintahan; ada pemerintahan

brigade

Definisi/Arti:

bri·ga·de n 1 satuan angkatan bersenjata yg terdiri atas dua, tiga, atau empat resimen, merupakan bagian dr divisi; 2 satuan berseragam dng tugas khusus;
– infanteri satuan tertinggi taktis dan administratif yg terbesar dl TNI AD yg terdiri atas satuan cabang tertentu, secara tetap digabungkan dng unsur infanteri sbg intinya, dapat berdiri sendiri atau merupakan bagian dr komando lebih besar lagi;
– kavaleri satuan tertinggi taktis dan administratif yg terbesar dl TNI AD yg terdiri atas satuan cabang tertentu, secara tetap digabungkan dng inti unsur kavaleri yg berupa batalion tank, batalion penyerbu mekanis, dan kompi pengintai;
– lintas udara satuan tertinggi taktis dan administratif yg terbesar dl TNI AD yg terdiri atas satuan cabang tertentu, secara tetap digabungkan dng unsur pasukan payung sbg satuan khusus untuk melaksanakan tugas lintas udara, yg didaratkan ataupun diterjunkan dr udara;

pola

Definisi/Arti:

po·la n 1 gambar yg dipakai untuk contoh batik; 2 corak batik atau tenun; ragi atau suri; 3 potongan kertas yg dipakai sbg contoh dl membuat baju dsb; model; 4 sistem; cara kerja: – permainan; — pemerintahan; 5 bentuk (struktur) yg tetap: – kalimat: dl puisi, — adalah bentuk sajak yg dinyatakan dng bunyi, gerak kata, atau arti;
– analitis pola organisasi karangan yg memecah-mecah subjek menjadi bagian;
– antena gambar yg memperhatikan hebatnya isyarat dl ruang angkasa, yg digambarkan oleh antena ke segala jurusan;
– argumentatif pola organisasi karangan dng mengatur kenyataan dl suatu susunan yg logis untuk membuktikan apakah tesis atau preposisi;
– bilangan susunan bilangan dng aturan tertentu;
– genetik informasi genetik yg dimiliki suatu individu;
– ilustratif pola organisasi karangan yg membuat pengertian suatu tesis atau kalimat pokok menjadi lebih jelas dng melalui pelbagai contoh, perbandingan, dan kontras;
– intonasi Ling pola dl ujaran yg terjadi dr satu kelompok jeda atau lebih;
– kalimat Ling 1 konsep sintaktis yg mencakupi konstruksi, spt indikatif, interogatif, imperatif; 2 pola spt nomina + verba + nomina untuk menggambarkan kalimat msl Adik membaca buku;
– kurikulum bentuk pengorganisasian program kegiatan atau program belajar yg hendak disajikan kpd murid oleh lembaga pendidikan tertentu;
– lakuan proses penentuan pola gerak sebuah drama, baik yg tertulis pd naskah maupun pd para pemain ketika berlatih;
– linier Dik teknik penyusunan bahan pengajaran berprogram yg terdiri atas bingkai yg berurutan dan masing-masing disertai pertanyaan;
– pemikiran sesuatu yg diterima seseorang dan dipakai sbg pedoman, sebagaimana diterimanya dr masyarakat sekelilingnya;
– pengeboran pola untuk tujuan peledakan yg menunjukkan jumlah lubang bor, kedalaman, dan arah lubang;
– pertahanan bagan pertahanan yg sudah diduduki yg menggambarkan kedudukan eselon pos komando, lingkaran kemampuan satuan tembak dan satuan radar, serta sistem komunikasi;
– pikir kerangka berpikir;
– tanam cara, usaha, sistem menanam padi, dsb dl satu tahun;
– V pola pengeboran untuk peledak yg arah hubungan pengeborannya membentuk huruf V;

ber·po·la v mempunyai atau memakai pola

doa

Definisi/Arti:

doa n permohonan (harapan, permintaan, pujian) kpd Tuhan;
– arwah doa untuk orang yg telah meninggal;
– halimunan mantra yg menjadikan orang tidak dapat dilihat oleh orang lain;
– kunut Isl doa istimewa yg biasanya dibaca pd setiap salat subuh dan pd salat witir mulai tanggal 16—30 Ramadan;
– pematah lidah mantra untuk membungkam musuh;
– pengasih jampi-jampi atau guna-guna yg menyebabkan orang jatuh cinta;
– sanjung ungkapan yg berisi doa dan pujian, khususnya kata penghargaan thd seseorang yg telah meninggal; elegi;
– selamat doa memohon berkat atau untuk memohon selamat (dr bahaya, penyakit, dsb) kpd Tuhan;

ber·doa v mengucapkan (memanjatkan) doa kpd Tuhan: ia selalu ~ sebelum dan sesudah melakukan sesuatu;

men·doa v berdoa;~ selamat 1 bersyukur kpd Tuhan atau memohon selamat (biasanya dng kenduri); 2 mengucapkan doa selamat (bersyukur dsb);

men·do·a·kan v memohonkan berkat dsb kpd Tuhan (dng membaca atau mengucapkan doa): ia ~ anaknya supaya selamat terhindar dr mara bahaya

makna

Definisi/Arti:

mak·na n 1 arti: ia memperhatikan — setiap kata yg terdapat dl tulisan kuno itu; 2 maksud pembicara atau penulis; pengertian yg diberikan kpd suatu bentuk kebahasaan;
– afektif makna emotif;
– denotasi Ling makna kata atau kelompok kata yg didasarkan atas hubungan lugas antara satuan bahasa dan wujud di luar bahasa, spt orang, benda, tempat, sifat, proses, kegiatan;
– denotatif makna yg bersifat denotasi;
– ekstensi Ling makna yg mencakupi semua objek yg dapat dirujuk dng kata itu;
– emotif Ling makna kata atau frasa yg ditautkan dng perasaan (ditentukan oleh perasaan):
– gramatikal Ling makna yg didasarkan atas hubungan antara unsur-unsur bahasa dl satuan yg lebih besar, msl hubungan antara kata dan kata lain dl frasa atau klausa;
– intensi makna yg mencakupi semua ciri yg diperlukan untuk keterterapan suatu kata (istilah);
– khusus makna kata atau istilah yg pemakaiannya terbatas pd bidang tertentu;
– kiasan makna kata atau kelompok kata yg bukan makna yg sebenarnya, melainkan mengiaskan sesuatu, msl mahkota wanita berarti ‘rambut wanita’;
– kognitif Ling aspek-aspek makna satuan bahasa yg berhubungan dng ciri-ciri dl alam di luar bahasa atau penalaran;
– konotasi Ling makna (nilai rasa) yg timbul krn adanya tautan pikiran antara denotasi dan pengalaman pribadi;
– konotatif Ling makna yg bersifat konotasi;
– kontekstual Ling makna yg didasarkan atas hubungan antara ujaran dan situasi pemakaian ujaran itu;
– leksikal Ling mak-na unsur bahasa sbg lambang benda, peristiwa, dsb;
– lokusi Ling makna yg dimaksudkan penutur dl perbuatan berbahasa;
– luas Ling makna ujaran yg lebih luas dp makna pusatnya, msl makna sekolah dl kalimat ia bersekolah lagi di Seskoal (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut) yg lebih luas dp makna ‘gedung tempat belajar’;
– pusat Ling makna kata yg umumnya dapat dimengerti walaupun kata itu diberikan tanpa konteks;
– referensial Ling makna unsur bahasa yg sangat dekat hubungannya dng dunia di luar bahasa (objek atau gagasan), dan dapat dijelaskan oleh analisis komponen; makna denotasi;
– sempit Ling makna ujaran yg lebih sempit dp makna pusatnya;
– suratan Ling makna denotasi;
– tak berciri Ling makna pusat;
– tautan konotasi;
– umum Ling kata atau istilah yg pemakaiannya menjadi unsur bahasa umum;

ber·mak·na v berarti; mempunyai (mengandung) arti penting (dalam): kalimat itu – rangkap;- berbilang mempunyai (mengandung) beberapa arti;

mem·ber·mak·na·kan v menjadikan bermakna: terampilnya siswa berbahasa Indonesia berarti keberhasilan dl – pengajaran bahasa Indonesia;

me·mak·na·kan v menerangkan arti (maksud) suatu kata dsb

makna

Definisi/Arti:

mak·na n 1 arti: ia memperhatikan — setiap kata yg terdapat dl tulisan kuno itu; 2 maksud pembicara atau penulis; pengertian yg diberikan kpd suatu bentuk kebahasaan;
– afektif makna emotif;
– denotasi Ling makna kata atau kelompok kata yg didasarkan atas hubungan lugas antara satuan bahasa dan wujud di luar bahasa, spt orang, benda, tempat, sifat, proses, kegiatan;
– denotatif makna yg bersifat denotasi;
– ekstensi Ling makna yg mencakupi semua objek yg dapat dirujuk dng kata itu;
– emotif Ling makna kata atau frasa yg ditautkan dng perasaan (ditentukan oleh perasaan):
– gramatikal Ling makna yg didasarkan atas hubungan antara unsur-unsur bahasa dl satuan yg lebih besar, msl hubungan antara kata dan kata lain dl frasa atau klausa;
– intensi makna yg mencakupi semua ciri yg diperlukan untuk keterterapan suatu kata (istilah);
– khusus makna kata atau istilah yg pemakaiannya terbatas pd bidang tertentu;
– kiasan makna kata atau kelompok kata yg bukan makna yg sebenarnya, melainkan mengiaskan sesuatu, msl mahkota wanita berarti ‘rambut wanita’;
– kognitif Ling aspek-aspek makna satuan bahasa yg berhubungan dng ciri-ciri dl alam di luar bahasa atau penalaran;
– konotasi Ling makna (nilai rasa) yg timbul krn adanya tautan pikiran antara denotasi dan pengalaman pribadi;
– konotatif Ling makna yg bersifat konotasi;
– kontekstual Ling makna yg didasarkan atas hubungan antara ujaran dan situasi pemakaian ujaran itu;
– leksikal Ling mak-na unsur bahasa sbg lambang benda, peristiwa, dsb;
– lokusi Ling makna yg dimaksudkan penutur dl perbuatan berbahasa;
– luas Ling makna ujaran yg lebih luas dp makna pusatnya, msl makna sekolah dl kalimat ia bersekolah lagi di Seskoal (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut) yg lebih luas dp makna ‘gedung tempat belajar’;
– pusat Ling makna kata yg umumnya dapat dimengerti walaupun kata itu diberikan tanpa konteks;
– referensial Ling makna unsur bahasa yg sangat dekat hubungannya dng dunia di luar bahasa (objek atau gagasan), dan dapat dijelaskan oleh analisis komponen; makna denotasi;
– sempit Ling makna ujaran yg lebih sempit dp makna pusatnya;
– suratan Ling makna denotasi;
– tak berciri Ling makna pusat;
– tautan konotasi;
– umum Ling kata atau istilah yg pemakaiannya menjadi unsur bahasa umum;

ber·mak·na v berarti; mempunyai (mengandung) arti penting (dalam): kalimat itu – rangkap;- berbilang mempunyai (mengandung) beberapa arti;

mem·ber·mak·na·kan v menjadikan bermakna: terampilnya siswa berbahasa Indonesia berarti keberhasilan dl – pengajaran bahasa Indonesia;

me·mak·na·kan v menerangkan arti (maksud) suatu kata dsb

tongkat

Definisi/Arti:

tong·kat n sepotong bambu (rotan, kayu, dsb) yg agak panjang (untuk menopang atau pegangan ketika berjalan, menyokong, dsb);– membawa rebah, pb orang yg disuruh menjaga sesuatu, tetapi dia sendiri yg merusaknya (mencuri dsb); patah — berjeremang (bertelekan), pb terus berusaha (tidak pernah putus asa);
– komando tongkat pendek yg biasanya dibawa oleh pembesar;
– perontok bambu atau kayu yg salah satu ujungnya dibelah dua berbentuk huruf V, digunakan untuk merontokkan padi dr malainya;

ber·tong·kat v memakai (membawa) tongkat: duduk ~ lutut, duduk sambil menaikkan sebelah lutut;~ arus berteleku; bertongkat tangan; ~ senduk ki sudah tua sekali; ~ tangan berteleku; ~ tebu ki berjalan bersama-sama dng istri atau kekasih; ~ tempurung bertongkat senduk;

me·nong·kat v 1 menopang; 2 ki menganjung-anjung; mengangkat-angkat; memuji-muji;

me·nong·kat·kan v menongkat;

pe·nong·kat n alat untuk dijadikan tongkat; penunjang: dia kujadikan ~ dl menempuh jalan sulit itu;~ penghulu adat pembantu penghulu sbg pengganti kemudian